SisnetRadio, Bangka Belitung, 21 April 2026 – Wakil Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Edi Nasapta, menegaskan perlunya percepatan penanganan darurat terhadap kondisi Dermaga Baro Pangkalalang yang saat ini dinilai sudah sangat memprihatinkan dan tidak dapat lagi ditunda.
Informasi ini disampaikan langsung oleh Edi Nasapta kepada Sisnet Radio usai rapat koordinasi bersama Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, yang membahas kesiapan rehabilitasi dan pembangunan fasilitas dermaga sebagai salah satu pusat aktivitas perikanan dan roda perekonomian masyarakat pesisir.
Dalam rapat tersebut, dijelaskan bahwa Detail Engineering Design (DED) untuk pembangunan dan rehabilitasi Dermaga Baro Pangkalalang telah selesai disusun pada tahun lalu melalui Anggaran Biaya Tambahan (ABT). Berdasarkan hasil rekapitulasi engineer estimate, total kebutuhan anggaran yang dibutuhkan mencapai sekitar Rp3,64 miliar.
Anggaran tersebut meliputi rehabilitasi dan pelebaran trestle, rehabilitasi landing deck yang sudah ada, hingga pembangunan landing deck baru secara menyeluruh.
Menurut Edi Nasapta, dalam rencana kerja DKP Provinsi Babel sebenarnya telah disiapkan anggaran sebesar Rp5 miliar yang direncanakan untuk penanganan Dermaga Baro Pangkalalang serta wilayah Bangka Selatan. Namun, melihat kondisi lapangan yang semakin mendesak, ia meminta agar penanganan darurat segera dilakukan tahun ini.
“Untuk Dermaga Baru ini kondisinya sangat darurat. Saya sudah melihat langsung video kondisi di lapangan dan ini tidak bisa lagi ditunda. Saya sudah menyampaikan kepada Pak Sekda, Bapak Ferry, agar segera diluncurkan dana darurat minimal untuk perbaikan awal tahun ini,” ujar Edi.
Ia menegaskan, apabila tidak segera dilakukan penanganan, aktivitas di dermaga berpotensi lumpuh total. Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh sektor perikanan, tetapi juga terhadap ratusan nelayan yang menggantungkan penghasilan di kawasan tersebut.
“Ini menyangkut kebutuhan perikanan, distribusi ikan, aktivitas nelayan, bahkan pasar dan pusat ekonomi masyarakat juga ada di sana. Ada ratusan nelayan yang mencari nafkah di Dermaga Baru ini. Kalau sampai tidak segera diperbaiki, aktivitas ekonomi bisa benar-benar terhenti,” tegasnya.
Lebih lanjut, Edi menyampaikan bahwa dirinya telah meminta Sekretaris Daerah untuk segera berkoordinasi langsung dengan DKP serta pihak terkait agar anggaran darurat dapat dimasukkan dalam tahun anggaran 2026.
Sementara itu, untuk rehabilitasi total, anggaran sebesar Rp3,64 miliar telah direncanakan masuk pada tahun 2027. Namun menurutnya, penanganan darurat di tahun ini tetap menjadi prioritas utama agar fasilitas dermaga tetap dapat digunakan masyarakat.
“Kalau tahun depan memang sudah dianggarkan untuk rehabilitasi total, tetapi yang paling penting sekarang adalah penanganan daruratnya. Tahun ini harus ada langkah nyata agar Dermaga Baru tidak semakin rusak dan aktivitas masyarakat tetap berjalan,” jelasnya.
Ia berharap seluruh pihak dapat memberikan dukungan agar proses percepatan anggaran dan pelaksanaan perbaikan dapat segera direalisasikan, mengingat Dermaga Baro Pangkalalang memiliki peran vital dalam menopang sektor kelautan, perikanan, serta perekonomian masyarakat pesisir Bangka Belitung.
Dengan percepatan penanganan ini, diharapkan keberlangsungan aktivitas nelayan, distribusi hasil laut, dan pusat ekonomi masyarakat tetap terjaga serta memberikan kepastian bagi masyarakat yang menggantungkan hidupnya di kawasan tersebut.(S)



