Notification

×

Iklan

Iklan

EDI NASAPTA., S.M. Wakil Ketua III Fraksi NASDEM Kupas Masalah Tambang, Ekonomi hingga Nasib Anak Muda Beltim

Selasa, 19 Mei 2026 | Mei 19, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-05-19T14:54:00Z


Sisnet Radio, Manggar. 
Suasana Warkop Radio Sisnet pada Sabtu malam, 16 Mei 2026, tampak berbeda dari biasanya. Puluhan masyarakat, pendengar setia radio, memadati Halaman warung kopi sisnet radio, lokasi talk show yang digelar langsung bersama Edi Nasapta.

Acara yang dimulai pukul 19.00 WIB itu berlangsung hangat, santai, namun penuh pembahasan serius mengenai kondisi ekonomi Bangka Belitung, pertambangan timah, lapangan pekerjaan, hingga masa depan masyarakat Belitung Timur.

Dipandu penyiar Sisnet Radio, Kang Asep, program “Kelakar Santai Bersama Radio Sisnet” disiarkan langsung melalui gelombang 90.5 FM dan live streaming, sehingga tidak hanya disaksikan pengunjung yang hadir di lokasi, tetapi juga didengarkan masyarakat dari berbagai daerah.

Dalam pembukaannya, EDI NASAPTA., S.M. menyampaikan rasa terima kasih kepada Radio Sisnet dan masyarakat yang hadir. Ia mengaku senang bisa berdialog langsung bersama warga Belitung Timur di tengah agenda reses yang sedang dijalankannya.

EDI NASAPTA., S.M. Soroti Kondisi Ekonomi Babel

Dalam dialog tersebut, Wakil Ketua III DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dari Fraksi NASDEM itu secara terbuka menyoroti kondisi ekonomi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang dinilai sedang mengalami perlambatan pertumbuhan. Menurutnya, situasi tersebut berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.

Ia menjelaskan bahwa selama ini perekonomian Bangka Belitung masih sangat bergantung pada sektor pertambangan timah. Bahkan menurutnya, sejak awal tahun 2000-an, budaya masyarakat Bangka Belitung mulai berubah drastis dari masyarakat agraris dan nelayan menjadi masyarakat penambang.

“Dulu masyarakat Bangka Belitung mayoritas petani dan nelayan. Setelah timah dibuka bebas, masyarakat mulai berbondong-bondong menjadi penambang,” ungkapnya dalam talk show tersebut.

Tambang Harus Legal, Rakyat Jangan Hidup Dalam Ketakutan

Pembahasan mengenai tambang menjadi salah satu topik yang paling menarik perhatian para pendengar yang hadir malam itu.

EDI NASAPTA., S.M. mengatakan, pemerintah saat ini sedang mendorong pembentukan Wilayah Pertambangan Rakyat atau WPR agar masyarakat bisa bekerja secara legal dan memiliki kepastian hukum.

Menurutnya, masyarakat kecil yang menggantungkan hidup dari tambang seharusnya diberikan ruang untuk bekerja dengan aman dan tenang sesuai aturan yang berlaku.

“Kalau masyarakat bekerja di wilayah legal dan sesuai aturan, tentu mereka bisa bekerja lebih tenang,” jelasnya.

Ia juga menjelaskan bahwa Bangka Belitung memiliki kekayaan alam luar biasa, mulai dari timah, pasir silika, hingga mineral tanah jarang yang nilainya bahkan disebut lebih mahal dari timah apabila dikelola menggunakan teknologi modern.

Pendengar Sisnet Radio Sampaikan Keluhan Langsung

Sesi tanya jawab menjadi momen paling hidup dalam acara tersebut. Beberapa pendengar yang hadir langsung menyampaikan aspirasi mereka kepada Wakil Ketua III DPRD Provinsi Bangka Belitung tersebut.

Bang Rados, salah satu pendengar Sisnet Radio, mempertanyakan minimnya lowongan pekerjaan bagi anak muda di Belitung Timur. Ia berharap pemerintah lebih serius membuka peluang kerja agar generasi muda tidak terus kesulitan mencari pekerjaan.

Sementara itu, Kak Aryani meminta agar aktivitas tambang rakyat dapat diatur lebih manusiawi. Ia berharap masyarakat kecil yang mencari nafkah dari tambang tidak terus hidup dalam rasa takut akibat razia.

Menanggapi hal tersebut, EDI NASAPTA., S.M. menegaskan bahwa perjuangan legalitas tambang rakyat memang sedang terus diperjuangkan agar masyarakat memiliki kepastian hukum sekaligus tetap bisa mencari nafkah.

Talk Show Disambut Antusias Warga

Acara yang berlangsung hingga pukul 20.00 WIB itu mendapat sambutan positif dari masyarakat yang hadir. Banyak warga berharap dialog publik seperti ini dapat terus dilakukan karena dinilai menjadi wadah masyarakat untuk menyampaikan aspirasi secara langsung kepada para pemangku kebijakan.

Dengan suasana santai khas Warkop Sisnet Radio, para pendengar terlihat antusias mengikuti jalannya diskusi hingga akhir acara. Bahkan beberapa warga masih bertahan untuk berdiskusi dan berfoto bersama setelah talk show selesai.

Melalui kegiatan ini, Radio Sisnet kembali menunjukkan komitmennya sebagai media masyarakat yang menghadirkan ruang dialog terbuka antara rakyat dan para pemimpin daerah.(S)

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update