Notification

×

Iklan

Iklan

Dari Lapangan Sukamandi, Kwarcab Beltim Serukan Pramuka Tak Sekadar Baris-Berbaris

Jumat, 25 September 2026 | September 25, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-25T02:45:58Z


DAMAR, SISNET RADIO
— Lapangan Sepak Bola Atom, Desa Sukamandi, Kecamatan Damar, Kamis (24/9/2026), menjadi saksi peringatan Hari Pramuka ke-64 di Kabupaten Belitung Timur.

Di tengah apel besar yang berlangsung khidmat, pesan yang disampaikan Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Beltim tidak sekadar mengajak generasi muda untuk mengenang perjalanan Gerakan Pramuka.

Lebih dari itu, momentum tersebut menjadi ajakan agar nilai-nilai Tri Satya dan Dasa Darma diterjemahkan menjadi sikap dan tindakan nyata dalam menghadapi perubahan zaman.

Apel besar tersebut dipimpin Kapolres Belitung Timur selaku pembina apel. Hadir pula Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Beltim Fezzi Uktolseja, jajaran pengurus Kwarcab, pembina, serta anggota Pramuka dari berbagai tingkatan.

Bukan Sekadar Seremoni

Ketua Kwarcab Beltim Fezzi Uktolseja menegaskan, Hari Pramuka semestinya tidak berhenti sebagai agenda seremonial tahunan.

Menurutnya, nilai yang terkandung dalam Tri Satya dan Dasa Darma harus menjadi bekal bagi anggota Pramuka untuk membangun karakter, menghadapi tantangan, sekaligus mengambil peran di tengah perubahan kehidupan masyarakat.

“Hari Pramuka bukan hanya sekadar peringatan seremonial tahunan. Jadikan momentum ini untuk memperkuat komitmen bersama dalam membangun karakter bangsa sebagai fondasi utama,” ujar Fezzi.

Pesan tersebut menjadi semakin relevan dengan tema nasional Hari Pramuka ke-64, yakni “Berkreasi, Berinovasi, Terampil dan Mandiri untuk Mendukung Swasembada Pangan.”

Bagi Kwarcab Beltim, tema tersebut bukan sekadar slogan. Anggota Pramuka didorong untuk mulai mengimplementasikannya dari lingkungan terdekat, termasuk keluarga dan sekolah.

Dari Pramuka untuk Ketahanan Pangan

Fezzi mengatakan, Gerakan Pramuka mempunyai peran dalam membentuk generasi muda yang mandiri, disiplin, terampil, sekaligus memiliki kepedulian terhadap lingkungan.

Karena itu, generasi muda diharapkan tidak hanya menjadi penerima manfaat atau konsumen, tetapi juga mampu menjadi bagian dari solusi menghadapi tantangan ketahanan pangan.

“Pramuka itu harus berjiwa mandiri, disiplin. Anak-anak kita sebagai generasi muda perlu didorong untuk aktif mengikuti kegiatan Pramuka, sehingga dapat membentuk jiwa yang mandiri dan disiplin,” katanya.

Salah satu langkah sederhana yang didorong adalah membangun kebiasaan menanam pangan di lingkungan rumah.

Menurut Fezzi, ketahanan pangan tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar. Dari halaman rumah, ide sederhana dapat tumbuh menjadi kebiasaan yang memberikan manfaat bagi keluarga dan lingkungan.

“Pramuka nanti akan lebih memprioritaskan ketahanan pangan mulai dari ide sendiri dan kegiatan di rumah sendiri, misalnya bertanam pangan di lingkungan sekitar,” ujarnya.

Sekolah Menjadi Ruang Tumbuh Generasi Muda

Fezzi berharap semangat kepramukaan terus tumbuh di kalangan pelajar, mulai tingkat SD, SMP hingga SMA.

Para anggota Pramuka diharapkan tidak hanya aktif mengikuti kegiatan, tetapi juga mampu menjadi contoh dan membawa nilai-nilai kedisiplinan serta kemandirian kepada teman-temannya di sekolah.


Dukungan terhadap kegiatan Pramuka, menurutnya, menjadi bagian penting dalam memberikan ruang kepada anak-anak untuk mengenali kemampuan, mengasah keterampilan, membangun keberanian, serta mengembangkan potensi yang mereka miliki.

Sebab pada akhirnya, Pramuka bukan hanya tentang seragam, tali-temali, atau baris-berbaris. Di balik setiap kegiatan, ada proses membentuk karakter—agar generasi muda mampu berdiri dengan kemampuan sendiri, disiplin dalam menjalani tanggung jawab, dan peka terhadap persoalan di sekitarnya.

Dari Lapangan Atom Sukamandi, pesan itu kembali digaungkan: generasi muda bukan sekadar pewaris masa depan, tetapi bagian dari kekuatan yang dapat membangun masa depan mulai hari ini.(S)

SISNET RADIO — Informasi Lokal Belitung Timur

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update