Notification

×

Iklan

Iklan

Dinsos Beltim Jelaskan Penentuan Desil: Data Kesejahteraan Dipengaruhi Beragam Indikator, Masyarakat Bisa Ajukan Sanggahan

Rabu, 23 September 2026 | September 23, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-23T12:26:36Z


BELITUNG TIMUR.SISNET RADIO Persoalan penentuan desil kesejahteraan masyarakat masih menjadi perhatian warga, terutama karena status desil dapat berkaitan dengan berbagai program bantuan dan perlindungan sosial pemerintah.

Hal tersebut dibahas dalam program “Ruang Warga Sisnet” di Sisnet Radio 90.5 FM, Rabu (23/9/2026), bersama Kepala Dinas Sosial Kabupaten Belitung Timur, Ronny Setiawan, S.IP., M.PA.

Dalam dialog tersebut, Ronny menjelaskan bahwa desil pada dasarnya merupakan instrumen untuk melakukan pemeringkatan kesejahteraan masyarakat. Pemeringkatan tersebut membagi masyarakat ke dalam 10 kelompok atau desil, mulai dari Desil 1 hingga Desil 10.

Menurutnya, pemeringkatan diperlukan agar pemerintah memiliki gambaran mengenai kondisi kesejahteraan masyarakat sehingga program bantuan maupun perlindungan sosial dapat diarahkan sesuai kriteria dan ketentuan yang berlaku.

Ronny menjelaskan, dalam kebijakan yang saat ini digunakan, terdapat sekitar 40 indikator yang menjadi bahan dalam menentukan tingkat kesejahteraan masyarakat.

Indikator tersebut, menurut Ronny, antara lain berkaitan dengan identitas kependudukan, pekerjaan, kepemilikan aset bergerak maupun tidak bergerak, serta sejumlah aktivitas masyarakat yang tercatat dalam sistem administrasi pemerintah.

Bukan Hanya Kondisi Kepala Keluarga

Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam dialog tersebut adalah kondisi ekonomi anggota keluarga.

Ronny menjelaskan bahwa kondisi anggota keluarga dalam satu kartu keluarga juga dapat menjadi bagian dari indikator penilaian. Misalnya, apabila orang tua sudah tidak memiliki penghasilan, tetapi terdapat anggota keluarga yang telah bekerja dan mampu membantu memenuhi kebutuhan keluarga, kondisi tersebut dapat memengaruhi pemeringkatan kesejahteraan.

Dengan demikian, kondisi kesejahteraan tidak semata-mata dilihat dari kondisi kepala keluarga, tetapi juga mempertimbangkan indikator yang melekat pada keluarga tersebut.

Desil Dapat Berubah Ketika Kondisi Ekonomi Berubah

Ronny juga menegaskan bahwa status kesejahteraan masyarakat pada prinsipnya dapat mengalami perubahan apabila kondisi sosial ekonomi keluarga berubah.

Ia memberikan gambaran, apabila seseorang yang sebelumnya bekerja kemudian kehilangan pekerjaan, perubahan kondisi tersebut seharusnya dapat diperbarui dalam data.

Namun, menurutnya, proses perubahan data tersebut dapat membutuhkan waktu apabila dibandingkan dengan perubahan kondisi ekonomi yang terjadi di lapangan.

Dalam perkembangannya, pemerintah juga melakukan penyempurnaan instrumen pendataan kesejahteraan. Ronny menyebut sebelumnya dikenal DTKS, kemudian berkembang menjadi DTSEN, dan pemerintah juga tengah mengembangkan digitalisasi bantuan sosial melalui sistem perlindungan sosial yang akan efektif digunakan pada 2027.

Belitung Timur, menurut Ronny, menjadi salah satu daerah yang masih mengikuti proses piloting digitalisasi bansos.

Masyarakat Bisa Mengajukan Sanggahan

Bagi masyarakat yang merasa status desilnya tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya, Dinas Sosial Beltim membuka ruang untuk melakukan pengecekan dan sanggahan atau perbaikan data.

Ronny menyebut masyarakat dapat meminta bantuan petugas yang ada di desa, termasuk Pekerja Sosial Masyarakat (PSM), pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), maupun petugas di kantor desa.

Masyarakat juga dapat datang langsung ke Dinas Sosial untuk melakukan pengecekan dan menyampaikan sanggahan.

Selain melalui petugas, Ronny menjelaskan masyarakat juga dapat melakukan pengecekan secara mandiri melalui layanan Cek Bansos/DTSEN, serta mekanisme sanggah melalui aplikasi perlindungan sosial yang digunakan pemerintah.

Data Lapangan dan Rekam Administrasi Menjadi Bagian dari Penilaian

Dalam dialog tersebut, Ronny juga menjelaskan bahwa proses pendataan tidak hanya mengandalkan kondisi yang terlihat secara langsung di lapangan.

Verifikasi dan validasi dapat dilakukan melalui pengecekan lapangan. Namun, pemerintah juga memiliki data administratif yang berasal dari berbagai lembaga terkait.

Ia mencontohkan kepemilikan tanah, kendaraan, rekening atau aktivitas keuangan, hingga penggunaan listrik yang secara administratif memiliki rekam data tersendiri.

Karena itu, Ronny mengingatkan masyarakat agar memastikan data administrasi kepemilikan tetap diperbarui. Salah satu contoh yang disampaikan adalah kendaraan yang sudah dijual tetapi belum dilakukan proses balik nama, sehingga secara administrasi masih dapat tercatat sebagai kepemilikan pemilik sebelumnya.

Bansos Tidak Otomatis Diterima Hanya Karena Masuk Desil Tertentu

Dalam kesempatan yang sama, Ronny juga meluruskan pemahaman mengenai hubungan antara desil dengan bantuan sosial.

Menurut penjelasannya, masyarakat yang masuk dalam kelompok desil tertentu tidak otomatis seluruhnya mendapatkan bantuan, karena setiap program memiliki ketentuan dan keterbatasan anggaran.

Ia memberikan contoh, sejumlah program bantuan seperti PKH dan bantuan pangan biasanya menyasar kelompok desil tertentu. Namun, masyarakat yang berada dalam kelompok tersebut tetap belum tentu seluruhnya mendapatkan bantuan karena adanya keterbatasan kuota dan anggaran pemerintah.

Selain faktor desil, terdapat pula faktor lain yang dapat memengaruhi penyaluran bantuan, termasuk hasil pemutakhiran dan validasi data.

Dinsos: Jangan Hanya Mengeluh, Lakukan Pengecekan Data

Melalui dialog Ruang Warga Sisnet, Dinas Sosial mengajak masyarakat yang merasa kondisi ekonominya tidak sesuai dengan data kesejahteraan untuk tidak berhenti pada keluhan.

Masyarakat dapat melakukan pengecekan terhadap status datanya dan menggunakan mekanisme sanggah apabila ditemukan ketidaksesuaian.

Dialog tersebut sekaligus menjadi ruang bagi masyarakat untuk memahami bahwa desil merupakan bagian dari sistem pemeringkatan kesejahteraan, bukan semata-mata penentu tunggal seseorang menerima atau tidak menerima bantuan sosial.

Sisnet Radio akan terus membuka ruang informasi dan komunikasi publik agar masyarakat mendapatkan penjelasan langsung mengenai berbagai persoalan yang berkaitan dengan pelayanan sosial dan kepentingan masyarakat.

Sisnet Radio 90.5 FM — Informasi Lokal Belitung Timur.
Satu Hati Bangun Negeri.

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update