Notification

×

Iklan

Iklan

DWP Beltim Dorong Peran Istri ASN: Belajar, Berkarya, dan Mendukung Program Pemerintah

Rabu, 23 September 2026 | September 23, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-23T11:58:37Z


BELITUNG TIMUR, SISNET RADIO — Pertemuan rutin bulanan Dharma Wanita Persatuan (DWP) menjadi ruang bagi para istri Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk tidak hanya mempererat tali silaturahmi, tetapi juga meningkatkan keterampilan dan mengambil peran nyata dalam mendukung keluarga maupun program pemerintah daerah.

Hal tersebut tercermin dalam pertemuan rutin DWP yang digelar Rabu, 23 September 2026, dengan mengangkat tema “Membuat Karipap, Bersama Belajar dan Berbagi Keterampilan untuk Keluarga.”

Kegiatan yang diikuti para anggota DWP dari sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tersebut diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan dengan Mars Dharma Wanita Persatuan.

Ketua DWP, Ny. Hoiriah Zikril, dalam sambutannya menegaskan bahwa pertemuan bulanan DWP bukan sekadar agenda berkumpul, tetapi menjadi kesempatan untuk membangun silaturahmi, bertukar pengalaman, sekaligus meningkatkan kapasitas para anggotanya.


Menurutnya, pertemuan yang hanya dilaksanakan satu kali dalam sebulan semestinya dapat dimanfaatkan sebaik mungkin oleh para anggota.

“Kita bertemu setiap bulan sekali. Melalui pertemuan ini kita dapat menjalin silaturahmi ibu-ibu OPD yang sebelumnya mungkin belum saling mengenal.”

Keterampilan yang Berawal dari Dapur, Bisa Bernilai Ekonomi

Pemilihan kegiatan membuat karipap bukan tanpa alasan. Ny. Hoiriah menjelaskan, program kerja DWP mencakup tiga bidang utama, yakni ekonomi, pendidikan, dan sosial.

Untuk bidang ekonomi, pelatihan membuat karipap dipilih sebagai salah satu bentuk pembekalan keterampilan yang dapat langsung diterapkan di lingkungan keluarga.

Keterampilan tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan pelatihan saja. Para anggota dapat mempraktikkannya kembali di rumah dan, apabila dikembangkan dengan baik, bukan tidak mungkin menjadi peluang usaha yang dapat membantu meningkatkan perekonomian keluarga.

“Tujuannya agar ibu-ibu memiliki keterampilan yang bisa diterapkan di rumah dan mudah-mudahan dapat membantu keluarga,” ungkapnya.

Pesan tersebut memperlihatkan bahwa kegiatan DWP diarahkan pada sesuatu yang lebih konkret: memberikan keterampilan yang memiliki manfaat langsung bagi kehidupan keluarga.

Istri ASN Bukan Sekadar Pendamping

Lebih jauh, Ny. Hoiriah mengingatkan pentingnya peran para istri ASN dalam mendukung tugas dan tanggung jawab suami.

Menurutnya, sebagai istri ASN, para anggota DWP memiliki ruang untuk memberikan dukungan positif terhadap pelaksanaan program-program pemerintah daerah.

Ia menekankan bahwa keberadaan istri ASN seharusnya dapat memberikan manfaat, baik bagi keluarga maupun lingkungan di sekitarnya.

“Sebagai istri dari ASN, kita wajib membantu suami kita dalam menjalankan program yang telah direncanakan oleh Pak Bupati, agar kita juga bisa bermanfaat sebagai istri-istri ASN.”

Pernyataan tersebut menjadi salah satu pesan penting dalam pertemuan tersebut. Sebab, dukungan terhadap program pemerintah tidak selalu harus dilakukan melalui peran formal. Dari lingkungan keluarga, para istri ASN dapat memberikan dukungan moral, menjaga keharmonisan keluarga, serta mendorong suami agar dapat menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik.

DWP Diharapkan Lebih Aktif

Ny. Hoiriah juga mendorong agar anggota DWP semakin aktif mengikuti kegiatan organisasi. Ia menilai, berbagai program yang telah disiapkan akan sulit memberikan manfaat maksimal apabila partisipasi anggota masih rendah.


Karena itu, ia berharap para anggota dapat menjadikan pertemuan bulanan sebagai kesempatan untuk belajar sekaligus membangun jejaring sosial antaranggota.

DWP, menurutnya, tidak hanya berbicara mengenai aktivitas para istri ASN, tetapi juga bagaimana keberadaan organisasi tersebut dapat memberikan kontribusi positif bagi keluarga, masyarakat, dan lingkungan pemerintahan.

Dari Silaturahmi Menuju Kemandirian

Pertemuan DWP Beltim kali ini memberikan gambaran bahwa kegiatan organisasi perempuan dapat dikembangkan menjadi ruang pembelajaran yang produktif.

Dari sebuah kegiatan sederhana seperti membuat karipap, para anggota mendapatkan keterampilan yang dapat dibawa pulang dan diterapkan bersama keluarga.

Lebih dari sekadar belajar membuat makanan, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kemandirian, kreativitas, dan kepedulian terhadap ekonomi keluarga.

Di sisi lain, pesan tentang peran istri ASN juga mempertegas bahwa keluarga merupakan salah satu unsur penting dalam menunjang keberhasilan tugas seorang ASN.

Ketika suami menjalankan tugas pemerintahan, dukungan keluarga menjadi bagian yang tidak terpisahkan. Dan ketika para istri ASN mampu mengembangkan keterampilan, membangun silaturahmi, serta memberikan manfaat bagi lingkungan, maka keberadaan Dharma Wanita Persatuan memiliki nilai yang lebih luas daripada sekadar sebuah organisasi pendamping.

Pertemuan rutin DWP akhirnya bukan hanya tentang bertemu dan berbagi cerita. Ia menjadi ruang untuk belajar, menguatkan keluarga, memperluas silaturahmi, serta menumbuhkan kesadaran bahwa setiap anggota memiliki kesempatan untuk memberi manfaat — mulai dari keluarga, lingkungan, hingga mendukung pembangunan daerah. (S)

SISNET RADIO — Satu Hati Bangun Negeri.

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update