Notification

×

Iklan

Iklan

Pangdam II/Sriwijaya Tinjau Posko Karhutla Beltim, Tekankan Sinergi Hadapi Kemarau Panjang

Jumat, 25 September 2026 | September 25, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-25T02:57:30Z


MANGGAR, SISNET RADIO
— Ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di tengah musim kemarau menjadi perhatian serius. Untuk memastikan kesiapan menghadapi potensi bencana tersebut, Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) II/Sriwijaya Mayjen TNI Ujang Darwis turun langsung meninjau Posko Karhutla di Kabupaten Belitung Timur, Kamis (24/9/2026).

Kunjungan kerja tersebut berlangsung di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Belitung Timur. Pangdam II/Sriwijaya datang bersama rombongan untuk melihat secara langsung kesiapan organisasi, personel, hingga peralatan yang dimiliki BPBD dalam menghadapi potensi Karhutla.

Kedatangan Pangdam disambut Bupati Belitung Timur Kamarudin Muten yang diwakili Asisten Administrasi Umum Zikril, bersama Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Novis Ezuar, Kepala Pelaksana BPBD Beltim Robby Yanuar, serta jajaran personel BPBD.

Cek Kesiapan di Lapangan

Usai peninjauan, Mayjen TNI Ujang Darwis mengatakan kunjungannya ke Pulau Belitung dilakukan untuk melihat langsung kesiapan pos dan satuan BPBD, baik di Kabupaten Belitung maupun Belitung Timur.

Tidak hanya BPBD, dalam kunjungan tersebut Pangdam juga berdiskusi dengan unsur SAR dan pemadam kebakaran mengenai kesiapan menghadapi potensi bencana.

“Hari ini saya sengaja datang ke Pulau Belitung meninjau langsung pos atau satuan-satuan BPBD di Kabupaten Belitung maupun Belitung Timur. Kami berdiskusi dengan teman-teman, baik itu BPBD, SAR dan pemadam kebakaran,” ungkapnya.

Dari hasil peninjauan, Pangdam menilai kesiapan organisasi, peralatan, dan personel di wilayah Beltim telah berjalan dengan baik.

Ia menyebut sebagian besar peralatan yang dimiliki dalam kondisi siap digunakan, sementara personel dinilai telah memiliki profesionalisme dalam menjalankan tugas penanggulangan bencana.

Kemarau Panjang, Semua Unsur Harus Bergerak Bersama

Namun, kesiapan tersebut tetap harus dibarengi dengan kewaspadaan. Pangdam mengingatkan bahwa kondisi kemarau panjang dapat meningkatkan potensi terjadinya kebakaran.

Karena itu, ia menekankan pentingnya kekompakan seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan bencana.

“Karena sekarang sedang kemarau panjang dan gampang sekali terjadi kebakaran, tetapi setelah saya meninjau ini, saya optimis teman-teman di wilayah Belitung Timur ini siap untuk menangani hal tersebut,” tegasnya.

Pesan utama yang disampaikan Pangdam adalah agar penanganan bencana tidak dilakukan secara sendiri-sendiri.

Menurutnya, persoalan Karhutla membutuhkan kerja bersama antara pemerintah, TNI, Polri, pemadam kebakaran, SAR, dunia usaha, hingga masyarakat.

“Terkait masalah bencana ini tidak boleh lagi berbicara ego sektoral masing-masing bidang. Mari kita bersama-sama, bersinergi, berkolaborasi dan gotong-royong untuk menangani bencana tersebut,” katanya.

Bagi BPBD Beltim, Ini Jadi Momentum Penting

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Belitung Timur Robby Yanuar menyambut baik kunjungan Pangdam II/Sriwijaya tersebut.


Menurut Robby, kehadiran langsung Pangdam menjadi momentum penting bagi BPBD Beltim sekaligus memberikan dorongan moral bagi personel yang selama ini berada di garis depan dalam penanganan bencana.

“Alhamdulillah, kami bersyukur dan terima kasih. Selama 8 tahun BPBD berdiri, ini merupakan sejarah besar buat BPBD karena ditinjau langsung oleh Koordinator Besar Karhutla Nasional, melalui Pangdam II/Swj,” ujarnya.

Robby mengatakan arahan yang disampaikan Pangdam menjadi pemicu bagi jajaran BPBD untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan semangat dalam menjalankan tugas penanganan Karhutla di Kabupaten Belitung Timur.

Termasuk pesan untuk memperkuat kekompakan antarunit pemadam kebakaran, baik yang berada di lingkungan pemerintah maupun swasta.

BPBD juga menilai keterlibatan unsur TNI, Polri dan masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun sistem penanganan bencana yang lebih terpadu.

Sinergi Menjadi Kekuatan Menghadapi Karhutla

Kunjungan Pangdam II/Sriwijaya ke Posko Karhutla Beltim sekaligus menjadi pengingat bahwa menghadapi bencana tidak cukup hanya dengan kesiapan peralatan.

Kesiapan personel harus bertemu dengan koordinasi, komunikasi dan kepedulian bersama.

Ketika musim kemarau meningkatkan risiko kebakaran, maka kekuatan terbesar bukan hanya berada pada satu institusi, melainkan pada kemampuan seluruh unsur untuk bergerak dalam satu tujuan: mencegah, merespons, dan menangani Karhutla secara cepat dan bersama-sama.

SISNET RADIO — Informasi Lokal Belitung Timur
Reporter: Jurnalis Sisnet Radio
Sumber: Diskominfo SP Kabupaten Belitung Timur

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update