Notification

×

Iklan

Iklan

Polres Beltim Ingatkan Operator SPBU Bekerja Profesional, Penggunaan Barcode dan TNKB Jadi Sorotan

Rabu, 30 September 2026 | September 30, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-29T23:23:56Z


MANGGAR, SISNET RADIO
— Polres Belitung Timur (Beltim) mengingatkan seluruh operator Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Kabupaten Beltim agar menjalankan pelayanan secara profesional serta mematuhi ketentuan dalam penyaluran bahan bakar minyak (BBM).

Penegasan tersebut disampaikan Kapolres Beltim AKBP Dr. Husni Tamrin saat mendampingi Tim Satgas BBM melakukan pemantauan di SPBU Desa Padang, Kecamatan Manggar, Senin (28/9/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Kapolres didampingi sejumlah pejabat Polres Beltim, di antaranya Kasat Lantas, KBO Reskrim serta sejumlah perwira lainnya.

Husni mengatakan, kehadiran kepolisian bersama Tim Satgas BBM merupakan bagian dari pengawasan untuk memastikan kebijakan pemerintah daerah terkait penyaluran BBM dapat berjalan sebagaimana mestinya.

“Kehadiran kami hari ini adalah untuk mengawasi sejauh mana kebijakan-kebijakan yang sudah diambil oleh pemerintah daerah dapat berjalan,” ujar Husni.

Ia juga mengingatkan seluruh operator SPBU agar menjalankan tugas sesuai aturan. Apabila ditemukan pelayanan yang tidak profesional maupun tidak sesuai ketentuan, pihak kepolisian akan menindaklanjutinya berdasarkan aturan yang berlaku.

“Kami mengimbau seluruh operator SPBU yang ada di wilayah Beltim. Kalau ketahuan mereka bekerja tidak profesional dan tidak sesuai aturan, pasti akan kami tindaklanjuti sesuai dengan aturan yang berlaku,” tegasnya.

Polisi Awasi Kesesuaian Barcode dan TNKB

Selain profesionalitas operator, kepolisian juga memberikan perhatian terhadap kesesuaian barcode, kendaraan dan nomor tanda kendaraan bermotor (TNKB) dalam proses pengisian BBM.

Husni menjelaskan, kendaraan yang tidak memiliki barcode untuk jenis BBM yang mensyaratkan penggunaan barcode semestinya tidak mendapatkan pengisian.

Begitu pula apabila ditemukan kendaraan yang menggunakan barcode milik kendaraan lain. Salah satu indikasinya dapat dilihat dari ketidaksesuaian antara TNKB kendaraan dengan data pada barcode yang digunakan.

“Bisa juga kendaraan yang tidak sesuai dengan TNKB tetapi tetap menggunakan barcode yang lain dan tetap diisi. Ini beberapa indikasi yang perlu kita awasi bersama-sama,” jelasnya.

Meski demikian, Husni menyampaikan bahwa hingga pemantauan tersebut dilakukan, pihaknya belum menyampaikan adanya temuan kecurangan yang telah dipastikan.

Namun, setiap informasi masyarakat mengenai dugaan penyimpangan dalam penyaluran BBM tetap akan ditindaklanjuti dan menjadi bagian dari pengawasan.

“Kalau ada informasi sekecil apa pun, akan kami tindaklanjuti. Jadi kami mengingatkan agar seluruh pihak sama-sama mengawasi pelaksanaan penyaluran BBM ini,” katanya.

Pemantauan di SPBU Desa Padang menjadi bagian dari pengawasan bersama Tim Satgas BBM dan Polres Beltim untuk memastikan penyaluran BBM berlangsung tertib, sesuai ketentuan dan tepat sasaran.

SISNET RADIO 90.5 FM — Informasi Lokal Belitung Timur.

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update