Notification

×

Iklan

Iklan

10 Ribu Lapangan Kerja Beltim: Menunggu KIAK Bergerak, Menyiapkan Tenaga Kerja Lokal

Kamis, 15 Oktober 2026 | Oktober 15, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-10-15T08:09:03Z


DisnakerkopUKM menjelaskan, target 10.000 lapangan kerja merupakan akumulasi hingga 2029 dan harus dicapai melalui kolaborasi lintas sektor

BELITUNG TIMUR — SISNET RADIO
Sepuluh ribu lapangan kerja.

Angka itu terdengar sederhana ketika disebutkan dalam sebuah visi pembangunan. Namun, ketika pertanyaannya berubah menjadi “dari mana 10.000 pekerjaan itu akan lahir dan kapan masyarakat mulai merasakannya?”, jawabannya tentu tidak sesederhana angka tersebut.

Pertanyaan itulah yang mengemuka dalam Forum Konsultasi Publik (FKP) Tahun 2026 yang digelar Pemerintah Kabupaten Belitung Timur di Warkop Tambak, Desa Padang, Kecamatan Manggar, Kamis, 15 Oktober 2026.

Forum yang digelar untuk menghimpun masukan, saran dan aspirasi masyarakat serta para pemangku kepentingan itu memasuki sesi tanya jawab ketika pembahasan menyentuh salah satu program yang menjadi perhatian masyarakat, yakni target penciptaan 10.000 lapangan kerja dalam visi pembangunan Bupati Belitung Timur Kamarudin Muten.

Pertanyaan tersebut menjadi semakin menarik karena berkaitan dengan investasi, perizinan, pengembangan industri, Kawasan Industri Aik Kelik (KIAK), hingga kesiapan tenaga kerja lokal.

Menjawab pertanyaan tersebut, Sekretaris Dinas Tenaga Kerja, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kabupaten Belitung Timur, Adi Yusman, S.H., M.Kn., memberikan penjelasan cukup panjang mengenai bagaimana pemerintah daerah memahami dan menghitung target 10.000 lapangan kerja tersebut.

Bukan 10 Ribu Sekaligus

Menurut Adi Yusman, hal pertama yang perlu diluruskan adalah mengenai cara membaca angka 10.000 lapangan kerja.

Target tersebut bukan berarti 10.000 orang langsung mendapatkan pekerjaan dalam satu tahun.

Target itu merupakan akumulasi dalam periode pembangunan hingga 2029.

Dengan demikian, pencapaiannya tidak dapat dilihat hanya dari satu tahun, melainkan dari proses yang berlangsung secara bertahap sampai akhir periode.

Penjelasan tersebut penting, sebab di tengah masyarakat angka 10.000 lapangan kerja kerap dipahami sebagai jumlah pekerjaan yang harus langsung terlihat dan terealisasi dalam waktu singkat.

Padahal, menurut Adi, pencapaian target tersebut memang dirancang melalui proses pembangunan lintas sektor.

KIAK Bisa Menjadi Salah Satu Penggerak

Lantas, di mana posisi Kawasan Industri Aik Kelik atau KIAK?

Dalam penjelasannya, Adi menyebut sektor industri besar menjadi salah satu bagian penting dalam upaya mencapai target tersebut.

KIAK pun menjadi salah satu kawasan yang diharapkan dapat mendorong pertumbuhan industri dan membuka peluang pekerjaan dalam jumlah besar.

Namun, 10.000 lapangan kerja tidak hanya bergantung pada KIAK.

Adi menegaskan, penciptaan lapangan kerja merupakan pekerjaan bersama berbagai sektor.

Mulai dari perikanan, pertanian, industri, ekonomi kreatif, koperasi hingga UMKM.

Artinya, ketika satu sektor mampu menciptakan lapangan pekerjaan, kontribusi tersebut juga menjadi bagian dari upaya mencapai target pembangunan daerah.

Pertanyaannya Bukan Hanya Berapa, Tetapi Bagaimana Menghitungnya

Di sinilah persoalan menjadi lebih menarik.

Bagaimana pemerintah memastikan bahwa sebuah pekerjaan benar-benar masuk dalam hitungan 10.000 lapangan kerja?

Adi menjelaskan, salah satu pendekatan yang digunakan adalah melalui Nomor Induk Berusaha (NIB).

Dalam NIB, terdapat informasi mengenai kegiatan usaha dan kebutuhan tenaga kerja yang direncanakan.

Dari sana pemerintah dapat memperoleh gambaran mengenai potensi penyerapan tenaga kerja.

Namun, kebutuhan tenaga kerja yang tercantum dalam dokumen tentu tetap harus dilihat berdasarkan kebutuhan riil dan realisasinya di lapangan.

Dengan kata lain, angka di atas kertas belum otomatis berarti pekerjaan benar-benar sudah tercipta.

Bukan Pekerjaan Sementara

Ada satu penekanan penting dari Adi Yusman yang patut menjadi perhatian.

Target 10.000 lapangan kerja diarahkan pada pekerjaan yang berkelanjutan.

Bukan sekadar pekerjaan sementara yang muncul karena sebuah proyek kemudian selesai dan pekerjaan tersebut ikut berakhir.

“10 ribu itu adalah lapangan pekerjaan baru, artinya lapangan pekerjaan yang memang diupayakan itu adalah yang berkelanjutan,” jelas Adi.

Penjelasan ini sekaligus menunjukkan bahwa menghitung keberhasilan program 10.000 lapangan kerja tidak cukup hanya dengan menghitung berapa orang yang pernah bekerja.

Yang jauh lebih penting adalah berapa lapangan pekerjaan baru yang benar-benar bertahan dan memberikan penghidupan bagi masyarakat.

Tenaga Kerja Lokal Jangan Hanya Menjadi Penonton

Hal lain yang tidak kalah penting adalah kesiapan masyarakat Belitung Timur menghadapi pertumbuhan industri.

Jika KIAK nantinya berkembang dan investasi mulai masuk, kebutuhan tenaga kerja tentu akan meningkat.

Namun, pertanyaannya:

Apakah tenaga kerja lokal sudah siap mengisi kebutuhan tersebut?

Adi mengatakan, pemerintah juga menyiapkan langkah pendampingan agar ketika industri berkembang, kebutuhan tenaga kerja dapat dipetakan, termasuk memperhatikan proporsi tenaga kerja lokal.

Tenaga kerja juga perlu dipersiapkan sesuai dengan kompetensi yang dibutuhkan industri.

Jadi, pembangunan kawasan industri bukan hanya persoalan membangun kawasan dan mendatangkan investor.

Ada pekerjaan lain yang harus berjalan bersamaan:

menyiapkan manusianya.

10 Ribu Lapangan Kerja Adalah Pekerjaan Bersama

Dalam forum tersebut, Adi juga menekankan bahwa penciptaan 10.000 lapangan kerja tidak mungkin menjadi tanggung jawab satu dinas saja.

Dinas perikanan memiliki programnya sendiri.

Dinas pertanian memiliki programnya sendiri.

Sektor UMKM dan koperasi memiliki ruang pertumbuhan sendiri.

Begitu pula industri dan investasi.

Semua harus bergerak dalam satu arah.

“10 ribu adalah upaya bersama melalui kolaborasi kita bersama antar semua pemangku dinas yang berkait di sini,” kata Adi.

Dengan demikian, target 10.000 lapangan kerja sesungguhnya bukan hanya cerita tentang angka.

Ia adalah cerita tentang bagaimana perizinan dipermudah, investasi masuk, industri tumbuh, UMKM berkembang, petani dan nelayan semakin produktif, tenaga kerja dilatih, dan masyarakat lokal memperoleh kesempatan bekerja.


Dari KIAK hingga Anak Muda Beltim

Bila KIAK berhasil berkembang, peluang lapangan pekerjaan dalam jumlah besar tentu terbuka.

Tetapi keberhasilan itu juga akan menghadirkan pertanyaan berikutnya:

Siapa yang akan mengisi pekerjaan tersebut?

Apakah tenaga kerja lokal sudah memiliki keterampilan yang sesuai?

Apakah pendidikan dan pelatihan sudah disiapkan?

Apakah masyarakat mengetahui jenis pekerjaan yang akan dibutuhkan industri?

Dan yang tidak kalah penting:

Apakah masyarakat Belitung Timur akan menjadi pelaku utama dari pertumbuhan ekonomi di daerahnya sendiri?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut mungkin belum semuanya memiliki jawaban hari ini.

Namun, justru di situlah pentingnya Forum Konsultasi Publik.

Sebab pembangunan bukan hanya tentang apa yang direncanakan pemerintah, tetapi juga tentang seberapa siap masyarakat menyambut perubahan yang sedang direncanakan.

10.000 bukan sekadar angka.

Di balik angka itu ada 10.000 harapan keluarga—dan bahkan bisa lebih besar lagi, karena setiap orang yang bekerja membawa penghasilan pulang ke rumahnya.

Karena itu, masyarakat tentu tidak hanya ingin mendengar “10.000 lapangan kerja”.

Masyarakat ingin melihat bagaimana angka tersebut perlahan berubah menjadi kesempatan kerja yang nyata, berkelanjutan, dan dapat diakses oleh putra-putri Belitung Timur.

Dari ruang Forum Konsultasi Publik Manggar, pertanyaan itu kini sudah disampaikan.

Tinggal bagaimana seluruh pemangku kepentingan menjawabnya melalui kerja nyata hingga 2029.


SISNET RADIO 90,5 FM

Informasi Lokal Belitung Timur

Satu Hati Bangun Negeri

Catatan Sisnet: Berita ini disusun berdasarkan penyampaian Adi Yusman, S.H., M.Kn. dalam sesi tanya jawab Forum Konsultasi Publik Kabupaten Belitung Timur pada 15 Oktober 2026. Angka 10.000 dalam berita ini dipahami sebagai target akumulatif sampai 2029, bukan target penyerapan 10.000 tenaga kerja dalam satu tahun.

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update