Notification

×

Iklan

Iklan

PLN Siapkan Program Listrik Desa 2026 di Beltim, Biaya Sambungan Bisa Gratis bagi Warga yang Memenuhi Syarat

Selasa, 13 Oktober 2026 | Oktober 13, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-10-13T01:48:09Z


MANGGAR, SISNET RADIO
– Masyarakat Kabupaten Belitung Timur (Beltim) yang hingga kini belum menikmati akses listrik berpeluang memperoleh sambungan listrik melalui Program Listrik Desa (Lisdes) PT PLN (Persero) tahun 2026. Program ini menyasar wilayah yang belum terjangkau jaringan listrik, dengan potongan biaya penyambungan sebesar 50 persen serta peluang bantuan gratis melalui program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) bagi warga yang memenuhi persyaratan.

Berdasarkan data sementara PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Manggar, program tahun ini dialokasikan untuk 10 lokasi desa di Kabupaten Beltim. Program tersebut berpotensi menjangkau sekitar 63 pelanggan atau kurang lebih 30 rumah yang hingga kini belum menikmati layanan listrik.

Informasi itu disampaikan Manajer PLN ULP Manggar, Adika Satrianto, usai melakukan audiensi dengan Bupati Belitung Timur, Kamarudin Muten, di Ruang Kerja Bupati, Senin (12/10/2026).


Adika menjelaskan, sasaran program tersebar di sejumlah kecamatan, yakni Kelapa Kampit, Manggar, Gantung, dan Simpang Pesak. Prioritas diberikan kepada masyarakat yang tinggal di wilayah ujung atau kawasan yang belum terjangkau jaringan listrik.

“Tujuan kita untuk menyasar pelanggan-pelanggan yang belum listrik, khususnya daerah-daerah yang belum ada jaringan,” ungkap Adika.

Biaya Penyambungan Dipotong 50 Persen

Melalui Program Lisdes, masyarakat yang memenuhi ketentuan dapat memperoleh potongan biaya penyambungan listrik sebesar 50 persen. Sementara itu, warga yang belum mampu membayar biaya penyambungan berpeluang diusulkan untuk mendapatkan bantuan melalui program BPBL.

Melalui skema BPBL, biaya pemasangan sambungan listrik dapat ditanggung hingga 100 persen bagi calon penerima yang memenuhi kriteria dan lolos proses verifikasi.

“Kalau memang warga itu belum ada dana, bisa kita masukkan ke BPBL. Bantuan pasang baru listriknya gratis,” jelasnya.


Meski demikian, bantuan gratis tersebut tidak diberikan secara otomatis kepada seluruh warga yang belum memiliki listrik. Calon penerima perlu memenuhi persyaratan dan menjalani proses validasi, termasuk melalui pemerintah desa.

Karena itu, PLN membutuhkan dukungan pemerintah daerah dan pemerintah desa untuk memperoleh data masyarakat yang belum memiliki akses listrik serta memastikan calon penerima sesuai dengan kriteria program.

Sejumlah Desa Masuk Pendataan

Adika menyebutkan, sejumlah desa yang masuk dalam pendataan sementara antara lain Mempaya, Batu Penyu, Selinsing, Mentawak, Gantung, Limbongan, Benten Jaya, Tanjung Batu Hitam, dan Padang, termasuk kawasan Manggarawan.

Pendataan tersebut menjadi bagian dari upaya PLN memperluas akses listrik hingga ke wilayah yang selama ini belum terjangkau jaringan. Namun, daftar lokasi dan jumlah calon penerima masih mengacu pada data sementara sehingga perlu mengikuti proses verifikasi dan pelaksanaan program.

Adika, yang baru menjabat sebagai Manajer PLN ULP Manggar, menegaskan bahwa perluasan layanan listrik membutuhkan koordinasi dengan pemerintah daerah dan pemerintah desa.

Warga yang belum masuk dalam cakupan program tahun 2026 juga dapat diusulkan untuk program berikutnya, termasuk pada 2027, sesuai ketersediaan program dan hasil verifikasi.

Pulau Batu Direncanakan Mendapat PLTS pada 2027

Selain menyasar wilayah daratan, PLN juga merencanakan perluasan layanan listrik untuk kawasan kepulauan. Salah satu rencana yang disampaikan Adika adalah penyediaan listrik melalui Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Pulau Batu pada 2027.

Rencana tersebut diharapkan menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan pelayanan kelistrikan ke wilayah yang belum terlayani. Realisasi pelaksanaannya tetap bergantung pada tahapan perencanaan dan kesiapan program.

PLN juga mengharapkan pemerintah desa berperan aktif menyampaikan data warga yang belum memiliki sambungan listrik agar dapat diverifikasi dan diusulkan melalui mekanisme yang berlaku.

Dengan pendataan yang akurat dan koordinasi antarpihak, program ini diharapkan dapat menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan, sekaligus membuka peluang pemerataan akses listrik di Kabupaten Belitung Timur.

Sisnet Radio — Satu Hati Bangun Negeri.

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update