MANGGAR, SISNET RADIO — Kota Manggar memasuki usia ke-155 tahun. Momentum bersejarah tersebut diperingati melalui Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Belitung Timur, Kamis (9/10/2026), di Ruang Sidang DPRD Kabupaten Belitung Timur.
Dalam pidatonya, Bupati Belitung Timur Kamarudin Muten menegaskan bahwa usia 155 tahun bukan sekadar angka, melainkan perjalanan panjang yang merekam sejarah, perjuangan, kerja keras, pengorbanan dan kebersamaan masyarakat Manggar.
“Seratus lima puluh lima tahun merupakan perjalanan panjang yang penuh dengan sejarah, perjuangan, kerja keras, pengorbanan, dan kebersamaan dalam membentuk identitas masyarakat Manggar hingga menjadi seperti sekarang ini,” demikian disampaikan Bupati dalam pidatonya.
Manggar, kata Bupati, tumbuh dari sejarah pertambangan timah. Seiring waktu, kawasan ini berkembang dengan karakter masyarakat yang kuat dalam kebersamaan, toleransi dan semangat kerja keras.
Identitas tersebut kemudian berpadu dengan predikat Manggar sebagai Kota 1001 Warung Kopi, yang tidak hanya menjadi bagian dari kehidupan sosial masyarakat, tetapi juga menjadi ruang pertemuan berbagai budaya sekaligus aktivitas ekonomi.
Dengan luas sekitar 229 kilometer persegi, sembilan desa dan jumlah penduduk lebih dari 41 ribu jiwa, Manggar dipandang memiliki posisi strategis sebagai salah satu pusat pemerintahan, perekonomian dan kehidupan sosial masyarakat Kabupaten Belitung Timur.
Dari sejarah pertambangan menuju wajah baru Manggar
Dalam pidatonya, Kamarudin menyampaikan bahwa tantangan Manggar ke depan bukan hanya mempertahankan sejarah, tetapi menjadikannya sebagai pijakan untuk membangun masa depan.
Jika dahulu Manggar dikenal karena timah, pemerintah daerah ingin Manggar ke depan semakin dikenal melalui inovasi, pelayanan, kreativitas dan kemajuan masyarakat.
Tema “Manggar Bejaye, Belitung Timur Maju Besame” pun ditegaskan bukan sebatas slogan, melainkan harus diterjemahkan melalui kerja nyata dan pembangunan yang manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.
Sejumlah pembangunan yang berlangsung pada periode 2024–2026 turut disampaikan. Di antaranya revitalisasi Situ Kulong Minyak sebagai ruang konservasi dan ruang publik, pembangunan serta pemeliharaan jalan di sejumlah desa, hingga program Bedah Rumah Tidak Layak Huni.
Di sektor pelayanan publik, seluruh sembilan desa di Kecamatan Manggar telah memiliki akses internet dan hotspot desa sebagai bagian dari dukungan terhadap program layanan publik berbasis digital.
Sementara sektor ekonomi dan pariwisata terus diarahkan untuk memperkuat potensi lokal. Pengembangan Pantai Nyiur Melambai, homestay nelayan, UMKM serta keberadaan warung kopi menjadi bagian dari potensi yang diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.
Menata Manggar untuk 2027
Memasuki 2027, Pemerintah Kabupaten Belitung Timur menyiapkan sejumlah agenda pembangunan untuk Kecamatan Manggar.
Salah satunya adalah rencana pembangunan Sekolah Rakyat di Desa Padang, yang saat ini berada dalam tahap perencanaan oleh Kementerian.
Di bidang penataan kota, kawasan Sungai Manggar dan kulong-kulong bekas tambang direncanakan dikembangkan menjadi kawasan ekonomi kreatif, ekowisata dan ruang publik.
Langkah tersebut sekaligus menempatkan sejarah pertambangan sebagai bagian dari identitas kota yang tetap dipelihara, namun diarahkan untuk memiliki nilai baru bagi masa depan.
Pemerintah daerah juga merencanakan pengembangan Simpang Lima Manggar sebagai ruang publik yang dilengkapi ruang terbuka hijau, sehingga dapat menjadi tempat masyarakat berinteraksi, berolahraga dan menikmati suasana kota.
Penataan kota tetap memperhatikan masyarakat
Penataan kawasan kumuh dan bedeng di pesisir Kampong Laut akan dilanjutkan dengan tujuan menghadirkan lingkungan hunian yang lebih layak.
Begitu pula dengan penataan pedagang kaki lima dan parkir di kawasan Pasar Manggar yang akan dilakukan secara bertahap dengan tetap memperhatikan kepentingan masyarakat.
Pada saat yang sama, pemerintah daerah akan memperkuat pelayanan publik berbasis digital melalui integrasi Sistem Informasi Desa serta penguatan Kartu Kendali BBM agar distribusi bahan bakar minyak lebih tertib dan tepat sasaran.
Karang Taruna dan BUMDes di sembilan desa juga akan terus didorong untuk mengambil peran dalam menggerakkan perekonomian masyarakat.
Sejarah sebagai pijakan, kebersamaan sebagai kekuatan
Dalam momentum Hari Jadi ke-155 ini, Bupati Kamarudin Muten memberikan apresiasi kepada masyarakat Manggar, pemerintah desa, perangkat daerah, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, pemuda, pelaku usaha, nelayan, pedagang, UMKM, komunitas, insan pendidikan dan seluruh elemen masyarakat yang telah berkontribusi dalam pembangunan.
Apresiasi juga diberikan kepada Tim Perumus Hari Jadi Kota Manggar yang telah berkontribusi hingga ditetapkannya 9 Oktober 1871 sebagai Hari Jadi Kota Manggar.
Bupati turut mengingatkan pentingnya menjaga toleransi dan keharmonisan masyarakat yang terdiri dari berbagai latar belakang suku, agama dan budaya.
Menurutnya, keberagaman merupakan kekuatan yang menyatukan Manggar dan Belitung Timur.
Peringatan 155 tahun Kota Manggar akhirnya tidak hanya menjadi ruang untuk mengenang perjalanan masa lalu. Momentum tersebut juga menjadi refleksi untuk melihat bagaimana sejarah dapat dijadikan pijakan dalam membangun masa depan.
Manggar diarahkan untuk berkembang sebagai Kota Jasa, Kota Pendidikan dan Kota Wisata Sejarah yang berkelanjutan, dengan tetap mempertahankan karakter masyarakatnya yang dikenal melalui semangat kebersamaan dan gotong royong.(Alpin)
Selamat Hari Jadi ke-155 Kota Manggar.
Manggar Bejaye, Belitung Timur Maju Besame.
SISNET RADIO — Satu Hati Bangun Negeri.



