Notification

×

Iklan

Iklan

Bukan Sekadar Perayaan, Camat Manggar Suharman Jadikan HUT ke-155 Kota Manggar Momentum Kebersamaan dan Kebanggaan Daerah

Jumat, 09 Oktober 2026 | Oktober 09, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-10-09T15:20:08Z


MANGGAR, SISNET RADIO — Hari Jadi Kota Manggar ke-155 bukan sekadar perayaan bertambahnya usia sebuah kota. Lebih dari itu, momentum ini menjadi kesempatan untuk merawat sejarah, memperkuat kebersamaan, melestarikan budaya, serta membuka ruang bagi masyarakat untuk ikut mengambil bagian dalam kemajuan daerah.

Semangat itulah yang mewarnai rangkaian kegiatan Hari Jadi Kota Manggar (HJKM) ke-155, Jumat (9/10/2026), mulai dari rapat paripurna istimewa DPRD Kabupaten Belitung Timur, tradisi makan bedulang di Kantor Kecamatan Manggar, hingga bazar UMKM, pentas seni, pelayanan publik, dan hiburan rakyat.

Dalam wawancara Sisnet Radio dengan Camat Manggar, Suharman, S.H., pada hari yang sama, perayaan tersebut menjadi momentum untuk melihat kembali arti penting kebersamaan dalam membangun Manggar sebagai bagian dari Kabupaten Belitung Timur.

Menghidupkan Hari Jadi dengan Keterlibatan Masyarakat

Perayaan hari jadi kota akan terasa lebih bermakna ketika masyarakat tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga menjadi bagian dari kegiatan itu sendiri.

Bazar UMKM yang dijadwalkan mulai pukul 14.00 WIB, misalnya, memberikan ruang bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan produk lokal kepada masyarakat. Di sisi lain, penampilan drumband dan pentas seni dari sejumlah lembaga pendidikan menghadirkan kesempatan bagi anak-anak untuk menunjukkan kreativitas dan keberanian mereka.

Keterlibatan berbagai unsur tersebut memperlihatkan bahwa sebuah perayaan daerah dapat menjadi ruang pertemuan antara pemerintah, pelaku usaha, dunia pendidikan, seniman, dan masyarakat.

Di sinilah peran pemerintah kecamatan menjadi penting, yakni mendukung koordinasi dan partisipasi berbagai unsur masyarakat agar peringatan hari jadi tidak berhenti pada seremoni semata.

Makan Bedulang, Tradisi yang Menyatukan

Salah satu bagian menarik dalam rangkaian HJKM ke-155 adalah tradisi makan bedulang di Kantor Kecamatan Manggar.

Di tengah perkembangan zaman, tradisi ini memiliki nilai yang lebih dalam daripada sekadar menyantap hidangan bersama. Makan bedulang mencerminkan kebersamaan, penghormatan terhadap budaya, dan kedekatan antarmasyarakat.

Momentum tersebut menjadi pengingat bahwa kemajuan daerah tidak harus membuat masyarakat meninggalkan akar budayanya. Justru, sejarah dan tradisi dapat menjadi identitas yang memperkuat karakter Manggar di tengah perubahan zaman.

Pelayanan Publik dan UMKM, Perayaan yang Diharapkan Memberi Manfaat

Rangkaian kegiatan juga mencantumkan layanan pajak daerah dari BPKPD, layanan Disdukcapil, Cek Kesehatan Gratis (CKG), Samsat Keliling, serta SIA Keliling.

Kehadiran berbagai layanan tersebut memperluas makna perayaan hari jadi. Masyarakat tidak hanya menikmati hiburan, tetapi juga berkesempatan mengakses pelayanan yang dibutuhkan.

Sementara itu, bazar UMKM menjadi bagian penting dalam memperkenalkan produk lokal dan mendorong perputaran ekonomi masyarakat.

Semangat “Bangga Produk Lokal” mengandung pesan bahwa kemajuan daerah juga membutuhkan dukungan terhadap usaha masyarakat sendiri. Produk lokal perlu mendapat ruang untuk dikenal, dipasarkan, dan berkembang.

Suharman dan Tantangan Menjaga Identitas Manggar

Sebagai Camat Manggar, Suharman, S.H., berada pada posisi yang dekat dengan kehidupan masyarakat di tingkat kecamatan. Momentum Hari Jadi Kota Manggar menjadi kesempatan untuk memperkuat hubungan antara pemerintah dan warga melalui kegiatan sosial, budaya, ekonomi, dan pelayanan publik.

Namun, makna sebuah hari jadi tidak hanya diukur dari ramainya panggung hiburan atau banyaknya pengunjung yang datang. Ukuran yang lebih penting adalah sejauh mana kegiatan tersebut memberi manfaat, menghidupkan usaha masyarakat, menjaga tradisi, dan menumbuhkan rasa memiliki terhadap daerah.

Karena itu, semangat “Manggar Bejaye, Belitung Timur Maju Besame” patut dimaknai sebagai ajakan untuk membangun Manggar secara bersama-sama, dengan tetap menghargai sejarah dan budaya yang telah diwariskan oleh generasi terdahulu.

Manggar Bukan Hanya Kota yang Bertambah Usia

155 tahun perjalanan Kota Manggar merupakan pengingat bahwa sebuah daerah dibentuk oleh sejarah, perjuangan masyarakat, kebudayaan, dan berbagai perubahan dari masa ke masa.

Peringatan hari jadi seharusnya menjadi kesempatan untuk menghormati perjalanan tersebut sekaligus memikirkan warisan apa yang akan ditinggalkan kepada generasi mendatang.

Dari ruang paripurna hingga tradisi makan bedulang, dari pentas seni anak-anak hingga bazar UMKM, setiap kegiatan memiliki arti ketika dijalankan dengan semangat kebersamaan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Sebab, kota yang maju bukan hanya kota yang terus membangun, melainkan juga kota yang tidak melupakan sejarah, menjaga budayanya, dan memberi ruang bagi masyarakatnya untuk tumbuh bersama.

Selamat Hari Jadi Kota Manggar ke-155.

Manggar Bejaye, Belitung Timur Maju Besame.

Sisnet Radio 90.5 FM — Satu Hati Bangun Negeri.

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update