Manggar, Sisnet Radio — Pelukan panjang, senyum bahagia hingga air mata haru mengiringi keberangkatan tujuh warga Kabupaten Belitung Timur (Beltim) menuju Tanah Suci, Rabu (14/10/2026).
Kebahagiaan sekaligus haru terlihat ketika keluarga dan kerabat mengantar para jamaah hingga Bandara H.A.S. Hanandjoeddin, Tanjung Pandan. Bagi para jamaah, perjalanan tersebut bukan sekadar keberangkatan ke luar daerah, melainkan langkah menuju impian yang selama ini tersimpan dalam doa: beribadah langsung di Tanah Suci.
Ketujuh warga tersebut merupakan jamaah kloter kedua Program Umroh Nyaman Berkah yang kembali dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Belitung Timur pada tahun 2026.
Suasana keberangkatan berlangsung cukup ramai. Keluarga dan kerabat datang menggunakan empat bus dari dua kelompok jamaah. Tangis haru pecah ketika para jamaah berpamitan dan memeluk orang-orang tercinta sebelum memasuki ruang tunggu keberangkatan.
Bagi sebagian jamaah, kesempatan menunaikan ibadah umroh merupakan impian yang telah lama dinantikan. Namun, kondisi ekonomi membuat keinginan tersebut belum dapat diwujudkan secara mandiri.
Melalui Program Umroh Nyaman Berkah yang digagas Pemerintah Kabupaten Belitung Timur, kesempatan itu akhirnya terbuka bagi sejumlah warga.
Dari Pengurus Masjid hingga Guru TPA
Salah seorang jamaah, Darisman (61), warga Desa Buding, Kecamatan Kelapa Kampit, mengaku bersyukur mendapatkan kesempatan untuk berangkat ke Tanah Suci.
Dalam kesehariannya, Darisman aktif sebagai petugas fardu kifayah, pengurus masjid, sekaligus memberikan nasihat kepada calon pengantin di lingkungan tempat tinggalnya.
Ia mengaku memang telah memiliki keinginan untuk melaksanakan ibadah umroh, namun kondisi ekonomi menjadi salah satu kendala.
“Alhamdulillah, hari ini kami terpilih sebagai peserta umroh. Perasaan saya senang sekali. Kami memang punya rencana untuk umroh, tetapi terkendala faktor ekonomi,” ungkap Darisman.
Kesempatan tersebut menjadi kebahagiaan tersendiri bagi Darisman. Ia juga menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah daerah kepada masyarakat yang mendapatkan kesempatan mengikuti program tersebut.
“Kami bangga dengan Bupati kami. Ada program untuk mengumrohkan masyarakat. Kami mengucapkan terima kasih karena Pemkab Beltim punya perhatian kepada masyarakat seperti kami. Program ini bagus,” ujarnya.
Kisah serupa datang dari Hermansyah (46), warga Kecamatan Damar yang sehari-hari mengabdikan diri sebagai guru Taman Pendidikan Al-Qur'an atau TPA.
Bagi Hermansyah, keberangkatan menuju Tanah Suci menjadi sesuatu yang sebelumnya tidak pernah terbayangkan.
“Alhamdulillah, bahagia, senang sekali. Tidak pernah terbayang bisa umroh,” kata Hermansyah.
Ia berharap Program Umroh Nyaman Berkah dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak masyarakat Beltim yang mendapatkan kesempatan serupa.
“Mudah-mudahan program Bupati ini tetap berlanjut lagi,” tuturnya.
Tahun Ini 12 Warga Berangkat dalam Tiga Kloter
Program Umroh Nyaman Berkah telah dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Belitung Timur sejak tahun sebelumnya dan kembali dilanjutkan pada 2026.
Tahun ini, pemberangkatan jamaah dibagi dalam tiga kloter dengan total 12 jamaah.
Kloter pertama telah memberangkatkan tiga jamaah beberapa hari sebelumnya. Kemudian, tujuh jamaah diberangkatkan melalui kloter kedua pada Rabu, 14 Oktober 2026. Sementara dua jamaah lainnya dijadwalkan berangkat melalui kloter ketiga.
Bagi Darisman, Hermansyah dan para jamaah lainnya, perjalanan ini bukan hanya tentang meninggalkan kampung halaman untuk menuju Tanah Suci.
Ini adalah tentang sebuah impian yang akhirnya menemukan jalannya.
Di balik langkah mereka menuju ruang keberangkatan, ada doa orang tua, pasangan, anak, saudara dan keluarga yang mengiringi. Ada pula harapan agar perjalanan ibadah tersebut berlangsung lancar dan para jamaah dapat kembali ke Belitung Timur dengan membawa pengalaman spiritual yang bermakna.
Sisnet Radio — Informasi Lokal Belitung Timur.
Satu Hati Bangun Negeri.




.jpeg)
