Dari Masukan Masyarakat hingga Pengawasan Reklame, Pemerintah dan Pelaku Usaha Duduk Bersama Mencari Solusi
BELITUNG TIMUR, SISNET RADIO — Bagaimana seharusnya pelayanan perizinan berjalan agar masyarakat dan pelaku usaha tidak merasa dipersulit? Dan bagaimana pengawasan dilakukan tanpa menghambat aktivitas dunia usaha?
Pertanyaan-pertanyaan tersebut menjadi bagian penting dalam Forum Konsultasi Publik (FKP) Tahun 2026 yang digelar Pemerintah Kabupaten Belitung Timur di Warkop Tambak, Desa Padang, Kecamatan Manggar.
Forum ini menjadi ruang pertemuan antara pemerintah, masyarakat, pelaku usaha, organisasi kemasyarakatan, insan pers serta berbagai pemangku kepentingan untuk menyampaikan masukan, saran, aspirasi dan persoalan yang berkaitan dengan pelayanan publik, khususnya sektor penanaman modal dan perizinan.
Kegiatan tersebut dihadiri unsur pemerintah daerah, camat, kepala desa se-Kecamatan Manggar, HIPMI, LSM, KADIN Belitung Timur, pelaku usaha dan insan pers.
Mewakili Bupati Belitung Timur Kamarudin Muten, Asisten Administrasi Umum atau Asisten III Setda Kabupaten Belitung Timur, Zikril, S.S., menyampaikan sambutan sekaligus membuka secara resmi Forum Konsultasi Publik.
Mengawali sambutan, Zikril menyampaikan pantun:
Berhias kopiah sutera bersulam,
Dipakai tuan sang pemberani.
Dengan hormat saya ucapkan salam,
Untuk membuka sambutan ini.
Tiga Hal yang Menjadi Perhatian Pemerintah
Dalam sambutan Bupati yang disampaikan Zikril, pemerintah daerah memberikan penekanan terhadap tiga hal utama.
Pertama, peningkatan kualitas pelayanan perizinan.
Pelayanan harus diarahkan agar semakin mudah, cepat, transparan dan memberikan kepastian sesuai ketentuan yang berlaku.
Koordinasi antarperangkat daerah juga perlu diperkuat agar masyarakat maupun pelaku usaha tidak menghadapi prosedur yang berbelit-belit.
Kedua, penguatan pengawasan perizinan dan penataan reklame.
Pengawasan diminta dilakukan secara profesional dan konsisten. Pemerintah juga menekankan pentingnya pembinaan kepada pelaku usaha serta penertiban terhadap pelanggaran sesuai prosedur dan kewenangan.
Ketiga, menindaklanjuti masukan masyarakat.
Forum Konsultasi Publik diharapkan tidak berhenti sebagai forum diskusi semata.
“Saya berharap hasil diskusi hari ini tidak berhenti sebagai catatan, tetapi benar-benar ditindaklanjuti oleh perangkat daerah terkait,” demikian pesan Bupati Kamarudin Muten dalam sambutan yang disampaikan Zikril.
Ferry Irawan: Forum Jadi Ruang Mendengar Langsung Persoalan Masyarakat dan Pelaku Usaha
Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Belitung Timur, Ferry Irawan, S.T., menjelaskan bahwa Forum Konsultasi Publik Tahun 2026 merupakan bagian dari komitmen DPMPTSP untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik, khususnya dalam bidang penanaman modal dan pelayanan perizinan.
Menurut Ferry, forum tersebut menjadi kesempatan bagi pemerintah untuk mendengarkan secara langsung berbagai masukan, aspirasi maupun kendala yang dihadapi masyarakat dan pelaku usaha ketika mengakses layanan perizinan.
“Forum Konsultasi Publik Tahun 2026 ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik, khususnya di bidang penanaman modal dan pelayanan perizinan.”
Ferry menegaskan, masukan dari masyarakat dan pelaku usaha penting untuk menjadi bahan evaluasi dalam memperbaiki kualitas pelayanan.
“Melalui forum ini, kami ingin mendengarkan secara langsung berbagai masukan, aspirasi, maupun kendala yang dihadapi masyarakat dan pelaku usaha dalam mengakses layanan perizinan.”
Rekomendasi Forum Sebelumnya Mulai Ditindaklanjuti
Ferry juga mengungkapkan bahwa sejumlah rekomendasi yang muncul dari forum konsultasi publik sebelumnya telah ditindaklanjuti.
Di antaranya melalui sosialisasi sistem OSS, peningkatan pelayanan di Mal Pelayanan Publik, serta penguatan koordinasi dalam penyelesaian berbagai kendala perizinan.
Untuk Forum Konsultasi Publik tahun 2026, terdapat dua fokus utama yang menjadi perhatian, yakni pelayanan dan pengawasan perizinan berusaha berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2025, serta penataan dan pengawasan reklame.
“Kami ingin memastikan bahwa pelayanan perizinan tidak hanya berjalan sesuai ketentuan, tetapi juga semakin mudah diakses, transparan, dan memberikan kepastian bagi masyarakat maupun dunia usaha.”
Dorong Pelayanan yang Responsif dan Iklim Usaha yang Kondusif
Menurut Ferry, hasil dari forum diharapkan tidak berhenti pada pembahasan, tetapi menghasilkan rekomendasi konkret yang dapat ditindaklanjuti.
“Harapan kami, forum ini dapat menghasilkan rekomendasi yang konkret dan dapat ditindaklanjuti, sehingga kualitas pelayanan publik di Kabupaten Belitung Timur terus meningkat.”
Ia menegaskan bahwa DPMPTSP ingin membangun pelayanan perizinan yang semakin baik dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung terciptanya iklim investasi yang kondusif di Kabupaten Belitung Timur.
“Pada prinsipnya, kami ingin membangun pelayanan perizinan yang semakin baik, responsif terhadap kebutuhan masyarakat, serta mampu mendukung terciptanya iklim investasi yang kondusif di Kabupaten Belitung Timur.”
Kritik dan Saran Bukan Sekadar Catatan
Forum Konsultasi Publik menjadi penting karena kualitas pelayanan publik pada akhirnya tidak hanya ditentukan oleh pemerintah, tetapi juga oleh seberapa terbuka ruang komunikasi antara pemerintah dengan masyarakat dan dunia usaha.
Masukan dari pelaku usaha, masyarakat, organisasi, maupun insan pers dapat menjadi bahan evaluasi untuk melihat berbagai persoalan pelayanan dari sudut pandang pengguna layanan.
Karena itu, pesan yang disampaikan dalam forum tersebut cukup jelas: kritik dan saran bukan untuk berhenti di meja rapat, tetapi menjadi bahan perbaikan pelayanan.
Menutup sambutannya, Bupati Belitung Timur melalui Zikril kembali menyampaikan pantun:
Pergi mancing memakai sampan,
Dapat ikan untuk lauk makan.
Kritik dan saran tolong disampaikan,
Untuk perbaikan pelayanan ke depan.
Dengan dibukanya Forum Konsultasi Publik Tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Belitung Timur berharap sinergi antara pemerintah, masyarakat dan dunia usaha semakin kuat, sehingga pelayanan publik dapat bergerak menuju sistem yang lebih mudah, transparan, responsif dan memberikan kepastian.
Sisnet Radio 90,5 FM
Informasi Lokal Belitung Timur
Satu Hati Bangun Negeri



.jpeg)

