BELITUNG TIMUR, SISNET RADIO — Pagi itu, halaman depan Kantor Bupati Belitung Timur menjadi tempat berkumpulnya jajaran pemerintah daerah dan berbagai unsur masyarakat dalam satu momentum kebangsaan.
Pemerintah Kabupaten Belitung Timur melaksanakan Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2026, Kamis (1/10/2026). Upacara berlangsung khidmat dengan Bupati Belitung Timur Kamarudin Muten bertindak sebagai Inspektur Upacara.
Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Belitung Timur, Ketua DPRD Kabupaten Belitung Timur beserta jajaran, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para kepala perangkat daerah, jajaran ASN, serta unsur terkait lainnya.
Di tengah suasana upacara yang berlangsung tertib dan khidmat, peringatan Hari Kesaktian Pancasila tidak semata-mata menjadi agenda seremonial tahunan. Momentum ini kembali mengajak seluruh elemen bangsa untuk melihat Pancasila bukan hanya sebagai dasar negara yang tertulis dalam konstitusi, tetapi sebagai nilai yang harus hadir dalam kehidupan sehari-hari.
Pancasila dan Tantangan Kehidupan Berbangsa
Pancasila lahir dari perjalanan panjang bangsa Indonesia dalam mencari titik temu di tengah keberagaman. Karena itu, menjaga Pancasila pada masa sekarang tidak selalu harus diwujudkan melalui sesuatu yang besar.
Menjaga persatuan di tengah perbedaan pendapat, menghormati orang lain, menghindari provokasi, mengutamakan kepentingan bersama, serta menyelesaikan persoalan melalui musyawarah merupakan bagian dari praktik nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat.
Bagi sebuah daerah yang sedang bergerak membangun seperti Belitung Timur, nilai tersebut menjadi penting.
Pembangunan tidak hanya membutuhkan kebijakan dan anggaran, tetapi juga membutuhkan kepercayaan, kebersamaan dan partisipasi masyarakat. Pemerintah memiliki tanggung jawab menjalankan pemerintahan dan pembangunan, sementara masyarakat memiliki ruang untuk ikut mengawasi, memberikan masukan, menjaga lingkungan sosial, serta mendukung program yang memberikan manfaat bagi daerah.
Di sinilah Hari Kesaktian Pancasila dapat dimaknai lebih jauh.
Peringatan tersebut menjadi pengingat bahwa perbedaan pandangan tidak semestinya berubah menjadi perpecahan. Kritik dapat disampaikan sebagai bagian dari kehidupan demokrasi, sementara pembangunan tetap dapat didukung ketika tujuannya adalah kepentingan masyarakat.
Dari Halaman Kantor Bupati ke Kehidupan Masyarakat
Upacara di halaman Kantor Bupati mungkin hanya berlangsung dalam hitungan waktu. Namun, nilai yang dibawa dari momentum tersebut seharusnya tidak berhenti ketika peserta meninggalkan lokasi upacara.
Pancasila justru diuji ketika masyarakat menghadapi persoalan nyata.
Ketika seseorang memilih untuk tidak menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya, di sana ada tanggung jawab sosial.
Ketika masyarakat tetap menghargai perbedaan pilihan dan pendapat, di sana ada semangat persatuan.
Ketika pemerintah dan masyarakat duduk bersama mencari jalan keluar atas persoalan daerah, di sana ada semangat musyawarah.
Dan ketika seluruh elemen daerah mengambil bagian dalam pembangunan sesuai kapasitasnya masing-masing, di sana nilai gotong royong menemukan maknanya.
Karena itu, kesaktian Pancasila bukan hanya tentang bagaimana sejarah diperingati, tetapi bagaimana nilai-nilainya tetap hidup dalam perilaku masyarakat.
Menjaga Pancasila dari Daerah
Bagi Belitung Timur, memperingati Hari Kesaktian Pancasila juga dapat menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran bahwa membangun daerah merupakan tanggung jawab bersama.
Pemerintah membutuhkan dukungan masyarakat. Masyarakat membutuhkan pemerintahan yang mampu bekerja dan memberikan pelayanan. Lembaga legislatif menjalankan fungsi sesuai kewenangannya, sementara berbagai unsur masyarakat memiliki peran dalam memberikan kontrol sosial dan menjaga kehidupan demokrasi tetap sehat.
Semua unsur tersebut dapat berjalan beriringan ketika kepentingan bersama ditempatkan di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.
Dari Belitung Timur, semangat itu menjadi pesan sederhana namun penting: berbeda bukan berarti harus terpecah, mengkritik bukan berarti memusuhi, dan mendukung pembangunan bukan berarti kehilangan hak untuk mengawasi.
Hari Kesaktian Pancasila akhirnya bukan hanya menjadi catatan kalender nasional.
Ia menjadi kesempatan untuk bertanya kepada diri sendiri:
Sudah sejauh mana nilai-nilai Pancasila kita hadirkan dalam kehidupan sehari-hari?
Sebab Pancasila akan tetap kuat bukan hanya karena diperingati setiap tahun, tetapi karena nilai-nilainya terus dijaga dan diamalkan oleh masyarakat Indonesia.
SISNET RADIO — Informasi Lokal Belitung Timur.
Satu Hati Bangun Negeri.


