Notification

×

Iklan

Iklan

Kasus TB di Belitung Timur Masih Tinggi, Pemkab Dorong Pembentukan Desa Siaga TB

Jumat, 24 Juli 2026 | Juli 24, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-07-23T21:42:39Z


Manggar, Sisnet Radio – Pemerintah Kabupaten Belitung Timur terus memperkuat upaya pengentasan penyakit Tuberkulosis (TB/TBC) melalui pembentukan Desa Siaga TB. Langkah ini dibahas dalam Pertemuan Advokasi Pembentukan Desa Siaga TB Tingkat Kabupaten yang berlangsung di Ruang Pertemuan Gunung Lumut, Bapperida Belitung Timur, Kamis (23/7/2026).

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Belitung Timur, Dianita Fitriani, mengatakan bahwa penanganan TB tidak dapat dilakukan hanya oleh sektor kesehatan, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk pemerintah desa dan lintas sektor.


Menurut Dianita, Kabupaten Belitung Timur saat ini masih berada di peringkat ketiga tertinggi kasus TB di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius mengingat target nasional eliminasi TB adalah 65 kasus per 100 ribu penduduk.

"Penanganan TB memerlukan komitmen bersama. Kami ingin membangun kembali pola pikir dan tujuan yang sama agar seluruh pihak dapat bersinergi dalam mengentaskan penyakit ini," ujarnya.

Selain meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan, pemerintah desa juga diharapkan berperan aktif dalam mendukung penanganan pasien TB, mulai dari memberikan pendampingan hingga menciptakan lingkungan yang mendukung proses penyembuhan.

Dinas Kesehatan juga mengimbau masyarakat untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala seperti batuk berkepanjangan, berat badan menurun, atau demam yang tidak kunjung sembuh. Masyarakat yang telah terdiagnosis TB juga diminta menjalani pengobatan hingga tuntas agar peluang sembuh semakin besar dan penularan dapat dicegah.

Sementara itu, Praktisi dari Asosiasi Dinas Kesehatan Seluruh Indonesia (ADINKES), Sawidjan Gunadi, menegaskan bahwa keberhasilan eliminasi TB sangat bergantung pada keterlibatan pemerintah desa.


Menurutnya, selama enam bulan masa pengobatan, pasien TB lebih banyak berada di lingkungan desa sehingga dukungan pemerintah desa sangat diperlukan, mulai dari menghilangkan stigma, melakukan pendampingan, memastikan keluarga dan kontak erat menjalani pemeriksaan, hingga menghubungkan pasien dengan berbagai program bantuan sosial.

Sawidjan juga mengingatkan pentingnya koordinasi antara pemerintah desa dan tenaga kesehatan. Dengan tetap menjaga kerahasiaan identitas pasien sesuai ketentuan perundang-undangan, kepala desa perlu mengetahui keberadaan pasien TB agar dapat mengoordinasikan bantuan dari berbagai pihak, seperti Baznas, Program Keluarga Harapan (PKH), Dinas Sosial, maupun instansi lainnya.

Melalui pembentukan Desa Siaga TB, Pemerintah Kabupaten Belitung Timur berharap upaya pencegahan, penemuan kasus, pendampingan pasien, hingga penyelesaian pengobatan dapat berjalan lebih efektif sehingga target eliminasi TB dapat tercapai.

Sumber: Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Kabupaten Belitung Timur

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update